Dulu Tour Guide, Sekarang Guide Karantina

Seperti Indonesia, industri wisata Vietnam juga terpukul dan mati suri kena serangan virus corona atau Covid-19 ini.

Semua tempat wisata di Vietnam ditutup. Kereta api dan bis dibatasi, pesawat grounded. Dua kota utama, Hanoi dan Ho Chi Minh City, lockdown selama 15 hari mulai 1 April.

Vietnam juga menutup pintu wisatawan asing dan melakukan pemeriksaan ketat, termasuk dua macam karantina yaitu karantina pribadi dan karantina masal.

Baca juga artikel virus corona di Vietnam:
Melihat Keberhasilan Vietnam Hadapi Wabah Corona
Vietnam: Panduan Liburan Saat Pandemi Virus Corona

Karantina masal diselenggarakan dan diawasi ketat oleh negara. Umumnya karantina ini untuk wisatawan asing. Lokasinya disediakan pemerintah. Makan, minum, internet, listrik, dan kebutuhan dasar lainnya disediakan penuh oleh pemerintah.

Karena tidak semua orang Vietnam bisa dan lancar bahasa Inggris, pemerintah sono memberdayakan para tour guide yang lagi sepi job ini untuk jadi pemandu dan “guide dadakan” bule-bule yang lagi dikarantina.

Ini semacam win-win solution sih karena pemerintah terbantu, sementara tour guide pun jadi punya kesibukan sambil menunggu virus ini pergi dan kehidupan normal kembali.

Salah satu tour guide yang ambil bagian dari proyek pemerintah Vietnam ini adalah temen saya sendiri (foto atas). Sebut saja namanya Steve, nama samaran atau nama barat orang Vietnam biar lebih gampang diinget wisatawan asing. Tau  nggak kenapa susah banget mengingat nama orang Vietnam? Karena 7 dari 10 orang sono namanya sama, Nguyen.

Kebetulan si Steve ini dulunya pernah sekantor sama saya dan beberapa kali handle group tour yang sama. Berikut video Steve bersama salah satu warga asing yang menjalani karantina di Vietnam.

Seperti kebanyakan orang Vietnam yang saya kenal, si Steve ini memang penuh komitmen, profesional, dan nasionalis banget. Dia nggak minta lebih dari pemerintah. Bisa membantu program negara selama di karantina aja dia udah bangga.

Tentu saja ada imbalan beberapa lembar Vietnam Dong yang diterima Steve. Berapa pun nominalnya, poin penting yang pengen saya sampaikan di sini adalah bagaimana Vietnam bisa bersatu melawan pandemi ini atas nama negara dan kemanusiaan.

Peraturan pemerintahnya tegas. Masyarakatnya patuh dan disiplin. Sanksinya berat. Itulah kenapa Vietnam termasuk negara dengan penyebaran virus corona terendah di Asia Tenggara, tanpa kasus kematian (data 2 April 2020: 218 positif, 63 sembuh).

Bisa jadi kita meragukan kevalidan data dan angka dari pemerintahan tersentral ala Vietnam, tapi setidaknya apa yang dilakukan pemerintah Vietnam dan Steve bisa jadi contoh kita bagaimana seharusnya bersikap menghadapi wabah ini. Kerja nyata, kurangi nyinyir, berdayakan setiap potensi, disiplin, dan rasa bangga bekerja untuk negara dan kemanusiaan.

———-

Follow penulis di Twitter dan Instagram, atau kunjungi alexjourney.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: